Modus Penipu Jual Beli Mobil dan Rumah | Wanbul
Home » , , » Modus Penipu Jual Beli Mobil dan Rumah

Modus Penipu Jual Beli Mobil dan Rumah

Cara penipuan dalam jual beli rumah atau mobil. penipuan jual beli online hingga penipuan face to face sudah menjadi trend tersendiri bagi pelaku kriminal. Perhatikan dan baca dengan baik ulasan berbagai motif dan cara penipu beraksi mengelabui calon korbannya. waspada terhadap calon pembeli akan menghindarkan anda dari penipu yang semakin lihai. baca tips mengetahui dan mencegah penipu dalam jual beli.

Pernah, karena nenek saya mau jual rumah, maka saya iklankan di Kompas. Ada ratusan telepon yang masuk pada saya. Ada yang tanya-tanya saja, ada yang belum lihat sudah sok nawar, ada yang nanya apa harga nego, ada yang mau nipu, ada juga yang kelihatannya mau ngerampok, pokoknya ribet. Laku nggak, sakit kepala iya.

Ada satu orang yang kelihatannya berminat sekali pada rumah ini dan mau lihat. Jadi saya kirim pembantu membawa kunci rumah kosong itu. Pembantu pergi ke sana dan orangnya sudah menunggu, sendiri naik motor. Ditunjukkan isi rumah, dia bilang koq rumahnya kosong, pembantu bilang, memang kosong dijual tidak dengan furniture. Dia bilang tertarik, pinjam HP pembantu saya karena hapenya tidak ada sinyal. Katanya, mau nunjukkan arah ke istrinya yang sedang menuju ke rumah ini. Pembantu saya berikan dia menelpon di luar pagar dan rupanya kabur membawa hape pembantu saya dengan motornya. Rupanya pikir si pencuri ini rumah yang mau dijual ada penghuni atau barang-barangnya, jadi mau ditilep satu-satu kalau ada. Karena tidak ada maka diambilnyalah hape pembantu nenek saya yang malang. Maka nenek saya rumah belum laku sudah mengganti pula hape pembantunya…..

Karena trauma dengan peristiwaini, maka waktu mau jual mobil, saya jadi takut iklan-iklan karena takut dirampok seperti di koran-koran. Jadi saya telepon dealer mobil. Teman saya yang bilang ada yang suka beli-beli mobil langsung dari pemilik, dijamin aman, dibayar di tempat melalui transfer. Uang masuk, mobil dibawa. Harganya akan lebih murah sedikit dari pasaran karena nanti mau dijual lagi sama si pembeli ini. Tapi karena mobil saya ada di Bali, dibawa ke Jakarta susah, plat nomornya juga Jakarta, maka saya minta orang ini datang ke Bali lihat setelah banyak foto-foto saya kirimkan. Beliau datang dan membayar mobil saya dan membuat arrangement pengangkutan dengan trailer ke Jakarta. Biarpun kalau saya jual dengan pemakai langsung lebih mahal, tapi paling tidak cara ini aman, saya masih hidup dan sehat setelah transaksi ini bukannya nyungsep di pinggir jalan tol, dirampok dan tertipu seperti yang suka saya dengar di acara buser TV atau baca di koran-koran.

Tapi ngobrol dengan Bapak yang sudah berpengalaman jual-beli mobil ini, maka saya tanya, apakah dia demikian hebatnya tidak pernah tertipu. Katanya pernah beberapa kali, salah satunya diceritakan detail pada saya.

Beliau mau jual sebuah mobil mewah sebuah Mercedes, pasang iklan di koran, lalu datanglah peminat perlente dengan supirnya. Dan katanya mau test drive sama yang punya. Test drive ok, mobil kembali lagi ke rumah pintu dikunci dengan alarm. Kuncinya masih dipegang si calon pembeli. Calon pembeli kemudian ngobrol-ngobrol menawar dll. dengan Bapak ini dan mobil di halaman dengan pagar terbuka karena baru masuk dari test drive tadi, pikir yang jual siapa tahu jadi, tidak ditutup rapat pagarnya. Kata yang beli mau lihat BPKB dll., jadi yang punya musti masuk dulu ke dalam mengambil surat-surat, diminta lagi kunci mobil tadi oleh yang punya. Kunci mobil itu tidak ada gantungannya, kunci saja, berlambang mercy berfungsi sebagai alarm juga. Calon pembeli menyerahkan kunci Mercy pada yang punya. Yang punya masuk ke dalam mau ambil BPKB didengarnya ada suara alarm pintu dibuka di luar, dia cuek saja karena dia pikir kan calon pembeli juga bawa mobil tadi, mana mungkin itu mobilnya dia. Lima menitan yang punya keluar lagi, Mercy-nya sudah tidak ada, begitu pula mobil si calon pembeli juga sudah pergi dengan supirnya sekalian. Pokoknya sudah hilang mereka ini beserta Mercy-nya penjual. Penjual kalang kabut karena bagaimana bisa dibawa mobil itu tanpa kunci.

Lapor polisi dan lain-lain, sampai sekarang belum ketemu, bagaimana sebenarnya yang terjadi? Ternyata kunci mobil yang dikembalikan padanya itu sebelum dia masuk rumah ambil BPKB, adalah kunci mobil Mercy juga, tapi bukan Mercy-nya dia, kunci Mercy abal-abalnya si pencuri mobil tadi. Karena di iklan diberi tahu jenis mobil yang dijual, ditelepon olehnya tahun, jenis dll., jadi dia bawa kunci yang persis seperti kunci mobil sejenis yang mau dijual ini. Inilah yang dikasih ke pemilik waktu masuk ke dalam, sedang kunci mobil yang mau dijual masih ada padanya dan begitu meleng dibawanya mobil itu lari.

Saran saya terhadap Proses Jual beli barang agar terhindar dari menjadi korban penipuan ;:

-Kalau jual mobil, pasang iklan hati-hati dengan yang mau datang melihat mobil ini.

-Selalu harus ada “pengawal” waktu calon pembeli datang.

-Saya pribadi tidak mengijinkan test drive, hanya nyalakan mesin dan periksa saja, kalau tidak jadi ya sudah.

-Itu kunci mobil yang mau dijual sebaiknya dikasih gantungan kunci aneh, biar tahu punya kita, misalnya foto narsis kita, anak-anak, suami atau foto vampire skalian, yang penting khas, biar tidak seperti Bapak yang di atas tadi.

-Waktu mau jual, jangan sertakan kunci dengan dompet STNK karena nanti kalau dicuri keenakan pencurinya STNK sudah dipegang olehnya sekalian.

-Terimalah pembayaran di bank, beserta penyerahan surat-surat, uang masuk di rekening, mobil diserahkan.

-Saya pernah mau menjual, saya parkir mobilnya di bank saya, siapa mau lihat saya janjian di bank. Ditanya apa kerja di bank itu koq lihatnya jam kerja di bank. Saya bilang iya, kalau suka mobilnya, langsung masuk ke bank bayar, baru saya kasih mobilnya dan surat-surat yang tersimpan di safe deposit. Waktu bertemu calon pembeli, saya selalu dikawal sama siapa sajalah staf, saudara, tetangga yang badannya besar-besar dan punya waktu nganterin, tidak pernah sendiri, takut.

-Sebaiknya asuransikan mobil Anda.

-Saya bukan tukang jual-beli mobil, berbagi tips saja biar para sahabat tidak ketipu-tipu.

-Kalau ada yang tahu bakal harga lelang mobil-mobil balapnya Wawan adiknya Ratu Atut, kalau di bawah 10 juta per mobilnya, tolong telpon saya ya. (ifani/kompasiana)
Share this article :
Posted by: Abi Wanbul | Dunia dan Akhirat, Updated at: 23.02

3 komentar:

  1. waaaah keren" info tipsnya iya bener juga sih ya jaman sekarang ngeri banget ngemodus mau beli mobil tapi ujung"nya malah ngerampok. alangkah baiknya kalo kaya gitu sih ketemu di tempat umum yang ramai dan jangan sampai tahu alamat rumah kita dimana.
    dan bener tuh harus ada orang yang dampingin dengan fisik yang serem dan keker

    oya mohon maaf ya gan sebelumnya, ane mau numpang share beberapa info barangkali ada yang lagi nyari rumah, bisa cek beberapa link di bawah ini hehehe

    Perumahan Baru
    perumahan baru serpong
    perumahan di cikarang baru
    perumahan di daerah depok

    BalasHapus
    Balasan
    1. info trbaru : modus iklan mobil n motor, no ini (085 641 045 684) sering dipake dengan nama dan alamat yg brbeda-beda. Mohon lebih brhati-². Tksh.

      Hapus
  2. Cerita nyata untuk masukan kita semua !!

    Seorang kolega meminta menyebarkan berita ini mudah2 bisa membantu warjager dan handai taulan yg akan melakukan transaksi property skala menengah keatas terutama yg apabila tdk menggunakan perantara alias broker. Beberapa saat yg lalu awal februari 2015 kolega di tlp seseorang yg mengaku daniel (sekitar 35th etnis keturunan) yg mengaku tertarik terhadap property yg dijual kolega saya, kemudian janji ketemu minggu depan di salah satu resto sekitar kelapa gading. Setelah bertemu daniel membawa teman yg lebih senior bernama heri (sekitar 54th etnis keturunan), inti pertemuan melihat dokumen property dan membicarakan fee utk mereka karena alasan bos mereka yg akan membeli, kemudian kolega dijanjikan bertemu di salah satu hotel bintang 5 di jakarta pusat. Saat hari H yg bernama heri menelpon dan mengatakan janji dipindah ke hotel dikawasan ancol jakarta karena si bos meeting di hotel tsb sampai disini kolega belum menaruh curiga, saat bertemu si bos yg mengaku bernama tan soon ann (sekitar 65th) warga singapura sangat supel dan menjanjikan bertemu sekali lagi dgn mitranya WNI setelah itu keesokan harinya langsung transaksi jual beli. 2 hari setelah pertemuan ancol kemudian heri menelpon dan memberikan aba2 bertemu di salah hotel di jakarta pusat tetapi berbeda dengan pertemuan dihotel sebelumnya yg dilakukan di loby, kali ini mereka merancang di kamar dgn alasan sudah merasa dekat, disinilah kolega mulai merasa ada yg janggal dalam transaksi jual beli dan sangat merasa tdk nyaman karena dikendalikan mereka. Akhirnya kolega berbalik mengambil kendali dgn menyatakan keberatan kalau harus masuk kamar dan memberi lokasi pertemuan ditempat lain yg lebih terbuka tdk di tempat tertutup, setelah hal itu diutarakan ketiga hp org tersebut mati total tidak bisa di hubungi sampai detik ini.

    Hati2 modus penipuan seperti ini, informasi kan org dekat disekitar anda apabila akan melakukan transaksi jual beli tanah dan bangunan jangan hanyut dalam rayuan sindikat seperti ini. Alhamdulillah kolega masih di lindungi dgn menolak masuk ke kamar hotel sebagai perangkap, bila masuk mungkin kejadiannya akan sangat buruk harta dan nyawa bisa saja melanyang.

    BalasHapus

 
Site : Home | SMS Gratis | Rebate Forex | Parse HTML
Copyright © 2013. Wanbul - All Rights Reserved
Template Design by MasKolis Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger